Anggota Dewan Kunjungi Pasien Kurang Mampu di RSUM

Dua legislator tersebut adalah Hj Marlina dan Andy Hendra. Mereka mengkunjungi pasien penderita epilepsi serta ganguan syaraf Salman. Remaja miskin dan yatim piatu ini dirawat di Bamba Puang 5.Aksi sosial dilakukan oleh dua legislator DPRD Enrekang, Selasa kemarin dengan mengkunjungi pasien kurang mampu yang dirawat di RSU Massenrempulu Enrekang. Selain itu, keduanya datang sekaligus memberi sejumlah bantuan uang. Menurut Andy Hendra , dirinya ikut prihatin atas kondisi yang dialami remaja asal Kecamatan Bungin tersebut. Apalagi, kata dia, Salman sejak kecil telah hidup dan berjuang menafkahi diri dan keluarganya. Makanya Andy merasa terpanggil. Hj Marlina yang juga membesuk Salman kemarin mengatakan hal yang sama. Dia berharap, Salman bisa segera pulih. Dia juga meminta Pemerintah Kabupaten mempermudah Salman untuk berobat ke Makassar. “Kalau pemerintah lepas tangan dan tidak bisa membantunya (Salman, red), kita akan carikan jalan sendiri,” jelas Marlina di depan Salman. Keduanya juga berniat bakal memperjelas status bantuan Salman dari pemerintah. Kemarin, selepas dari ruang rawat remaja tersebut, Marlina dan Andy Hendra langsung menuju ke Sekretariat Daerah. Mereka bermaksud mempertanyakan disposisi bantuan Pemkab yang ditujukan ke Salman sebelum-nya. “Katanya bantuan untuk anak ini terkatung-katung, itu akan kita coba kroscek di sana (Setda, red). Tapi yang paling penting, tindakan kita ini bukan karena apa-apa. tapi murni untuk membantu,” pungkas Andy Hendra. Sekedar diketahui, Salman, 17, anak miskin dari Dusun Nating Desa Sawitto Kecamatan Bungin sudah tiga bulan terakhir di rawat RSU Massenrempulu, walaupun tanpa jaminan kesehatan oleh pemerintah daerah. Meski begitu, pihak RSU Massenrempulu sendiri punya inisiatif merawat Salman. Pengelola memberi fasilitas selayaknya bagi anak yatim-piatu ini. Bahkan Salman diberi tempat tinggal di asrama rumah sakit. “Kalau sakit, baru dibawa lagi ke ICU, dirawat. Tiga bulanmi di sini,” kata seorang pegawai RSU Massenrempulu yang menolak namanya dikorankan. Hanya saja, Salman berharap dirinya bisa mendapat perhatian dari pemerintah. Terlebih selama ini dia hidup sebatang kara. Salman juga tergolong warga tak mampu. Untuk beli makan saja ia mengaku tak punya uang. Apalagi untuk berobat dan membeli obat. Dia ingin, pemerintah ikut membantu dirinya. “Meninggal mi Ibu pas saya kelas dua SD. Adikku juga meninggalmi. Bapakku belum pi kulihat. Tidak ada keluargaku,” tuturnya lagi. Terpisah, Sekretaris Kabupaten HM Amiruddin yang dikonfirmasi kemarin membantah jika Pemkab disebut belum ikut membantu Salman. Malah, kata dia, Pemkab telah berupaya memberi ruang khusus untuk Salman di RSU Massenrempulu. Bahkan, lanjutnya Pemkab sendiri sudah ingin merujuk anak tersebut ke Makassar. Tetapi terkendala, karena Salman sendiri tak punya keluarga. “Persoalannya, tidak ada yang jaga. Dan itu butuh penjaga yang khusus. Kita sudah mau rujuk dia (Salman, red), tapi Rumah Sakit di Makassar tidak mau kalau tidak ada keluarga. Jadi sejauh ini, pemerintah cukup pro aktif membantu anak itu,” jelas Amiruddin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s